di kedalaman hutan yang dingin terdengar teriakan "lihatlah aku punya sepasang lingkaran logam putih bersinar" teriak monyet kepada kura kura. "untuk apa lingkaran logam itu dan seperti apa bentuknya? bolehkah aku melihatnya?" jawab si kura kura sambil terperangah terkejut oleh teriakan monyet. "ini akan kuberikan padanya disaat yang tepat untuk menyatakan kesediaanku untuk hidup bersamanya hingga akhir hidupku" sambil mengeluarkan kotak merah dari tas yang dibawanya. kura kura menjawab dengan ketus "kau bilang lingkaran ini kotak, kau bilang logam ini busa terbungkus bahan lembut! dasar monyet". tetapi monyet tetap riang dan terkekeh lalu berkata "dasar kura.. buka dulu lalu kau lihat dalamnya bukan luarnya...". kura kura pun membuka dan terbengong bengong melihatnya lalu tiba tiba tertawa terbahak bahak "ini namanya cincin monyeeeeet...." si monyet tersipu malu lalu ikut tertawa bersama kura kura. seketika saja kura kura berhenti tertawa dan mengkerutkan dahinya lalu bertanya "monyet kau sudah pikirkan matang matang apa yang akan kau lakukan ini setelah kejadian tragis yang menimpamu kemarin bersamanya?" si monyet dengan semangat menjawab "aku bahagia kejadian kemarin menjadi pelajaran baginya dan itu kesempatan buatku untuk tahu kelemahanku dan aku akan berusaha memperbaikinya sebisa mungkin, lagipula aku tahu kalau dialah pasangan yang baik untuku, aku sangat terharu ketika dia mengatakan tidak akan mengulangi kesalahan yang sama karena dia tidak ingin kehilanganku, kejadian kemarin hampir saja membuatnya kehilanganku katanya padaku, lihat betapa indahnya dia" monyet bergelantungan saking riangnya sambil bernyanyi nyanyi. "hebat kau monyet bisa mendapatkan wanita yang selalu membuat hidup sebagai pelajaran baginya dan bagimu" jawab si kura kura sambil terus menatap cincin itu. "dialah yang merubahku, dialah yang membuat hidupku menjadi indah, dia telah merubah semua kekhawatiranku menjadi semangat yang membara, aku takut berkomitmen karena tanggung jawabku pada hal hal lainnya tapi dia menyadarkan bahwa suatu komitmen dapat membantu menyelesaikan masalah karena rizki dua jiwa yang dipersatukan dapat membahagiakan kita berdua katanya" monyet berteriak melompat kesana kemari uu aa uu aa uu aa begitulah kiranya teriakan yang dia suarakan. " kapan kau akan berikan dan katakan padanya?" kura kura menjawab sambil memegang kepalanya karena pusing melihat tingkah laku monyet. "di pantai yang indah dengan suara ombak yang menggebu dan mentari dengan sinar yang redup dari ujung lautan, akan menjadi kejutan baginya ketika kita berlibur dan kunyatakan perasaan ini" monyet menjawab dengan puitis dan angkuh. kura kura mengangguk dan memberikan isyarat bahwa dia harus pergi seraya berkata pada monyet bahwa dia mendoakannya agar berhasil dan berbahagia. hari hari berlalu bulan berganti monyet terus berupaya dan menunggu waktu liburan ke pantai bersamanya tiba. sambil menunggu saatnya tiba si monyet mempersiapkan segala kemungkinan yang nantinya akan dibutuhkan ketika mereka bersama, monyet menabung, mengelola dirinya dan penghasilannya dengan baik, dalam pikiranya agar nanti dia benar benar siap menyongsong kebahagiaan, karir yang ditekuninya dikerjakan dengan baik, usaha yang dijalaninnya diupayakan berkembang dengan baik. hingga pada suatu malam monyet menangis tanpa sebab setelah bertemu dengannya, monyet terisak merasakan rindu yang sangat dalam padahal dia baru saja bertemu dengannya. monyet merasakan kehampaan dan kehilangan yang tak jelas hanya menatap gambarnya sudah dapat memberikan ketenangan. lalu tiba tiba gambar dirinya itu berbicara "apa yang kamu lakukan monyet? aku tidak mencintaimu aku mencintainya... sulit untuku bicara jujur padamu monyet aku kasihan padamu, sudahlah monyet aku tak ingin ke pantai bersamamu, aku mau ke pantai bersamanya disaat cutinya tiba... sadarlah monyet kau ini benar benar monyet seutuhnya bukan untuku..." monyet terkejut bukan main dan hilang kesadaran beberapa saat. monyet marah bukan kepalang dan menemuinya lalu bertanya tak henti padanya hingga akhirnya dia mengakui bahwa dia menyukainya. monyet lemas dan membiarkan semua ini diselesaikan olehnya dan memaksanya membuat pilihan, dan ternyata apa yang gambar itu katakan benar bahwa aku bukan pilihannya dan dia memutuskan hubungannya dengan monyet. monyet berlari ke hutan lau ke sungai untuk mencari kura kura tetapi tak ditemuinya, entah kemana kura kura pergi. dia berpikir keras bagaiman cara untuk mendapatkannya kembali, mengemis cintanya tak berhasil, berbuat kebaikan tak berhasil juga, jujur padanya tak menggoyahkan sedikitpun pendiriannya. monyet frustasi akan semua pengorbanan dan usahanya disia siakan, monyet merasa memang dia tak pernah mencintainya, dikhianati karena kebohongan kebohongan selama ini yang dikiranya sesuatu yang sangat berguna baginya ternyata omong kosong belaka. hingga pada akhirnya dia bertemu dengan kura kura. kura kura pun berkata "sudah kubilang untuk kaupikirkan matang matang... tapi sudahlah berikhlas lah monyet.. cinta itu sesuatu yang tak dapat dipaksakan, tragedi ini harus jadi pelajaran bagimu, dia bukan hanya kenangan untukmu tapi guru yang mengajarimu akan perihnya kehidupan. kaurasakan lapar sebelum kau makan enak, kaurasakan haus sebelum kau minum dengan nikmat, maka kaurasakan kepedihan sebelum kebahagiaan." dengan bijaksana kura kura mengelus punggung monyet yang terbaring lemas di hamparan padang rumput. sambil terisak isak monyet bersedu "dialah yang merubahku... dialah yang menyemangatiku ketika masalah mengguncangku... aku tidak membencinya aku mencintainya walau dia mencampakanku untuk kedua kalinya". kura kura ikut bersedih sambil menjentikan air mata dia berkata "itulah cinta sejatimu monyet.. cintailah dia dengan setulus hatimu tapi jangan kau halangi kehendaknya apalagi demi kepentinganmu karena itulah yang membuatnya bahagia, bukankah kau ingin dia bahagia?". monyet menangis makin menjadi jadi lalu memeluk kura kura dan bertanya "bagaimana dengan lingkaran logam yang akan kuberikan kura? lebih baik kutelan saja daripada kubuang agar dirinya ada dalam diriku.." kura kura tersenyum dan menjawab "kalau kautelan cincin itu monyet maka jakun ditenggorokanmu menjadi tiga dan kau tak akan bisa makan enak monyet..." kura kura berusaha menghibur monyet, tetapi monyet malah menangis terus dan bicara "lebih baik kutersiksa di sisa hidupku..." kura kura segera memotong pembicaraannya "monyet semua yang kau kerjakan tak ada yang sia sia itu baik untukmu bukan untuknya saja setidaknya kau menjadi lebih baik dalam mengatur kehidupanmu. lebih baik kau kubur saja cincin itu bersama mimpi dan kenangan dengannya di tempat biasa kau merenung, sehingga tempat itu akan menjadi tempat istimewa bagimu, karena kau mencintainya maka satu waktu nanti kau akan merindukannya lalu kau tinggal pergi saja ke tempat itu karena lingkaran logam dan kenangan bersamanya ada disana".kata kura kura sambil terus mengelus monyet. monyet pergi membawa kotak merah berisi lingkaran logam itu ke tempatnya merenung. sambil menggali dia bergumam "jika saja kau mau ke pantai bersamaku dan kuberikan lingkaran logam atau cincin ini padamu maka sempurnalah hidupku. tapi kuingin kau bahagia maka aku akan berserah diri untuk tidak memaksakan kehendaku karena memang kau tidak pernah mencintaiku,selamat tinggal.. kukuburkan cincin ini bersama mimpi mimpi indah denganmu, semoga kau berbahagia... kuingin membencimu tapi tak pernah bisa walau apa yang telah kau lakukan sangat melukaiku tapi aku selalu mencintaimu... lihatlah dan dengarlah tuhan semoga kekasih atau pendampingnya setelah aku dapat menikahinya dan mereka bahagia selamanya. percayalah pada doaku ini karena ku hanya ingin kau bahagia". monyet terus menangisi kehilangan kekasihnya dan berusaha untuk tetap bertahan hidup tanpanya. END of STORY. -MG-
Tags:
Share
You need to be a member of JadeWallers to add comments!
Join this social network